Cerita Seks Erni Anak ABG Muhammadiyah

Minggu, Juni 19th, 2016 - Cerita Ngentot
ITIL Service Management

Cerita Sex Terbaru, Cerita Dewasa Hot, Cerita Mesum Seru – sebelumnya ada kisah seks bergambar Cerita ML Pembantuku Masih ABG Seksi, kali ini ada Cerita Seks Erni Anak ABG Muhammadiyah. selamat membaca.

Cerita Seks Erni Anak ABG Muhammadiyah

Cerita Seks Erni Anak ABG Muhammadiyah

Cerita Seks Dewasa 2017 – Berikut cerita ngseks tentang cewek tudung susu montok berjilbab. Perkenalkan aku Ruden (Nama Samaran) Sebut saja begitu. Aku saat ini berumur 19 tahun. Kejadian ini terjadi sekitar aku berumur 17 tahun. Erni saat itu baru berumur 16 tahun. Erni sekolah di salah satu sekolah Muhammadiyah di Jogja dan dia adalah salah satu bintang kelas. Meski menggunakan jilbab yang panjang, kecantikannya menggoda sekali sehingga banyak laki-laki yang tertarik. Bisa dibilang Erni adalah PRIMADONA-nya sekolah itu.

Cerita Seks Erni Anak ABG Muhammadiyah

Meski dia aktif di ROHIS, Erni tergolong ramah, walaupun kepada laki-laki sekalipun.Aku akhirnya berkenalan dengan Erni walau aku malu-malu setengah mati, takut ditolak eh gak tahunya aku berhasil berkenalan dengannya!
“Hai… boleh kenalan ga Erni?”, sapaku dengan sedikit percaya diri.

“Siapa yahhh?”, jawab Erni.

“Saya Ruden? Boleh kenalan ga, kamu siapa?”

“Boleh kok emank siapa yang ngelarang… Aku Erni.”

Akhirnya kami ngobrol panjang dan aku sedikit berani menanyakan nomor teleponnya.

Malamnya aku mencoba menelepon Erni dan pada saat itu Erni mengangkat teleponku.

“Halo ini Erni ya”, sapaku.

“Iya..ni sapa ya”, Erni menjawab.

“Ini aku Ruden yang tadi siang berkenalan dengan kamu Erni”, kataku.

“Oh… iya?? ada apa den?”
“Engga aku cuma pingin ngobrol aja Erni… Ganggu ga?”
“Engga ganggu kok den… biasa aja sama Erni yah.”
Aku mulai membuka topik pembicaraan meskipun sedikit canggung dan tidak tahu apa yang ingin aku bicarakan. Lalu aku mulai memberanikan diri dengan menanyakan tentang kehidupan dia.Sampai pembicaraan kami…

“Erni besok aku pingin ketemuan sama kamu bisa ga?”, pintaku.

“Boleh kok Den… mau ketemuan dimana?”

“Di Taman Masjid UGM aja, Erni mau??”, tanyaku.

“Boleh jam 3 sore yah pas Erni pulang sekolah”, jawabnya.

“Ok… selamat malam Erni, assalamu’alaikum”, jawabku sebelum menutup pembicaraan.

Besoknya jam 3 sesuai kesepakatan kami bertemu di Taman Masjid UGM… Kami lantas ngobrol panjang lebar sampai jam 5 sore sambil makan-makan di sebuah Kafe di Taman siswa.

Sungguh beruntung aku, Erni ternyata menyukaiku.

Hal itu kelihatan sekali dari responnya terhadap percakapan yang kami buat.

Tak terasa pada saat mau mengantarkan Erni pulang hujan turun deras sehingga aku menetap di mobilku.

Aku bertanya pada Erni, “Mau es krim ga say?”, aku memanggil dia dengan sapaan “say”, eh ternyata dia juga balik meresponseku dengan perkataan “mau donk say”. Cuaca saat itu mendukung sekali… cuaca hujan gerimis dan pada saat itu kami berdua di mobil. Aku membelokkan mobilku ke parkiran mobil. Erni bertanya,
“Ngapain kita ke parkiran say?”
“Gak apa-apa kok say… aku cape aja”, aku mulai memandangi buah dada Erni yang tertutup jilbab. Ingin sekali aku menjilati puting susunya itu…

Erni melihatku dan ia berkata “Ikhhh.. Ruden nakal liat-lihat perabotan Erni… bayar tauuuu!? Masa liat gratis, ga bayar”, ucapnya manja.

Aku hanya bisa tertawa dalam hati, akhwat ini ternyata nakal juga.

Aku mulai memberanikan diri untuk mencium mulutnya walaupun Erni menolak tapi aku terus memaksa dan pada akhirnya dia tidak bisa mencegah aku untuk menciumnya. Aku melumat bibirnya dengan sangat lembut dan tak disangka Erni membalas ciumanku dengan ganasnya.

Erni bertanya kepadaku, “Ruden udah pernah ML belum?”

“Belum”, jawabku.

“Erni juga masih perawan Den… Erni ga tau bagaimana caranya ML.”

Serasa sudah mendapatkan lampu hijau dari Erni, aku mulai memberanikan diri tuk membuka pakaiannya. Erni malah memberikan posisi tuk memudahkan aku membuka pakaiannya. Aku membuka kancing kemeja Erni, branya yang warna hitam itu menonjol lantas kusingkap… WOW dada Erni yang berukuran 34A langsung aku kulum dan Erni berteriak kecil,

“Aaachh… geli Den! Jangan cuma satu doank donk say… sebelahnya juga donk say”, aku mulai menjilati puting susu bagian sebelahnya. Erni yang merasa bergairah mulai membuka pakaian dan celanaku. Aku pun juga membuka celananya dan telanjang bulat di dalam mobil, adapun Erni tetap menggunakan jilbab. Pada saat itu tempt parkir sedang mendukung: tidak ada satu orang pun yang melihat kami.

“Kulum kontolku donk say”, pintaku.

“Erni ga pernah ngelakuin ini satu kali pun Den”, jawabnya.

“Aku juga blm pernah melakukannya Say… jadi kita sama kan”, kataku.

“Iya saya coba deh”, jawabnya.

Erni mulai mengemut kontolku dan dia merasa enjoy mengemut kontolku yang berukuran 15cm. Aku juga mengelus bibir vaginanya dengan tanganku. Dia mengerang, “emh..ehm..ehm..”, tanda dia mulai bereaksi pada sentuhan tanganku…
Aku yang tidak tahan dengan vaginanya. Aku mulai membaringkannya dan langsung menjilati vaginanya.
“Ouchh… nikmat bangat say,terusssss….achh..achh “, Erni mendesah dan aku terus menjilati klitorisnya dan pada akhirnya dia mendesah tidak karuan.
“Aahhhh… achhhhhh Den akuuu keluarrrr…achhh?!”, keluarlah cairan putih dengan baunya yang khas.
Erni tak mau kalah. Dia ingin mengulum kontolku. Kami melakukan gaya 69 di jok mobil belakang. Erni mengemut kontolku dengan ganasnya. Dikocok-kocok dan diemut dengan ganas. Maklum baru pertama kali kami melakukannya. Lalu aku yang sudah tidak tahan… aku mulai menyuruhnya merebahkan diri dan mengangkat pahanya sehingga tampaklah memeknya yang merah dan menggoda itu.
“Aku masukin ya say?”, tanyaku.
“Iya say tapi pelan-pelan yah… Erni masih perawan.”

Aku mulai memasukan kontolku ke liang vaginanya pelan-pelan. Sulit sekali memasukan kontolku ke liang vaginanya saking rapatnya. Erni berteriak, “Ahhh… sakiiittt Den!”.

Aku yang tidak peduli karena sudah terlanjur nafsu memulai melakukan gerakan maju-mundur dengan pelan-pelan. Erni yang membalasnya dengan menjambak rambutku. Aku terus melakukan genjotan terhadap memeknya yang sangat nikmat itu…

“Ahhhh… sakittt Den”, aku mulai mempercepatkan gerakan maju-mundur.

Erni berteriak, “Ahhhhhhhh”, aku mengeluarkan kontolku dari memeknya dan langsung keluarlah darah segar membanjiri jok mobil belakangku.

“Saay lanjut ga? Nih… aku belum apa-apa tau”, tanyaku…
“Iya say lanjut aja… Erni siap kok”, jawab Erni.
Lampu hijau nih… aku mulai memasukan kontolku ke memek Erni lagi… Erni sangat menikmati tusukan kontolku ke liang vaginannya.
“Say…liss..ya kee…luarrr”, dan pada saat itu cairan putih itu keluar. Ternyata dia orgasme. Cairan putih itu membanjiri kontolku yang nikmat dijepit oleh dinding dinding memek Erni. Kontolku masih berada di dalam memek Erni.
“Kamu belum keluar Say?”, tanya Erni.
“Belum Say”, jawabku.

Aku meneruskan tusukan ke memek Erni dan Erni terus mengerang… suara teriakannya membuat aku tambah bernafsu. “Aachh… achhh….achhhhh.achhhhhh..de…niiii km heee..batt sayyy…”, dan tiba2 Erni mengeluarkan lagi cairan putih. Dia orgasme untuk yang kedua kalinya.

“Kamu belum keluar-keluar juga Say. Cepat keluarin donk Say, udah malam”, pintanya.

“Ok say”, jawabku.

Aku mulai mempercepat gerakanku. Menggenjot memek Erni dengan sangat cepat.

“Acchh… achhh… achhhh… achhh”, Erni mendesah menikmati setiap tusukan kontolku yang belaum pernah dia rasakan sebelumnya. Aku yang hampir orgasme semakin mempercepat gerakan kontolku keluar masuk memek Erni.
“Sayyy… aku mau keluar nihhhhh”, ucapku.
“Keluarin di luar ya say jangan didalem”, pinta Erni.
Aku akhirnya orgasme dan mengeluarkan spermaku ke dada Erni yang lumayan besar itu.
“Ccroott… crootttt…”, aku menumpahkan ke dadanya dan sebagian ke mukanya.
“Thanks ya Say… kejadian ini ga bakalan aku lupain”, kata Erni.
“Sama-sama say… aku juga ga akan melupakan kejadian ini.”
Akhirnya kami selesai ML dan kami memakai pakaian kami kembali. Dan saatnya mengantarkan Erni pulang kami sempat berciuman pada saat aku mengantar dia sampai depan rumahnya.
Aku dan Erni tidak akan melupakan kejadian dimana aku melepas keperjakaanku dan dia memberikan keperawanannya. Kami tidak berhenti sampai disitu saja. Kami melakukannya lagi di rumahnya pada saat rumahnya sepi. Setidaknya aku dan Erni setiap akhir weekend diisi dengan ML. Meskipun aku tidak ada hubungan apapun dengan Erni… meskipun aku sekarang sudah menetap di Malang dan aku sudah mendapatkan beberapa pelajaran dari cewek cewek yang ada disini tapi Erni telah memberikan pelajaran yang sgt berarti kepadaku.

Save

Pencarian terkait:

  • cerita sex santri
  • cerita sek
  • cerita ngentot smp
  • Nikmatnya ngentot santri
  • cerita entot 2017
  • cerita dewasa abg santri
  • cerita ngentot abg bajugamis ditaman
  • cerita ngentot akhwat jilbab
  • cerita ngentot bergambar erni
  • cerita ngentot dikocok jilbab smp
Itil Education Training ITIL
Cerita Seks Erni Anak ABG Muhammadiyah
by: | 5